SELAMAT DATANG DI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALU
INFORMASI UMUM
  • FORMULIR PENDAFTARAN MAHASISWA BARU. (Silahkan Download FormulirnyaKlik disni )
  • BROSUR PENDAFTARAN MAHASISWA BARU BISA DIDOWNLOAD DISINI 
  • Silahkan hubungi kami di email: fkm@unismuhpalu.id atau di Kantor FKM Unismuh Palu, Jln. Bukit Jabal Nur No.3 Palu - Sulawesi Tengah


Pelantikan Wakil-Wakil Dekan FKM Unismuh Palu

Palu, 11 Desember 2017, Selamat atas pelantikannya Bapak/Ibu Wakil Dekan: Budiman,S.Pd.,M.Kes sebagai WD 1, Nurafni, SKM.,M.Kes sebagai WD 2, & Moh. Andri, SKM, M.Kes sebagai WD 3 FKM Unismuh Palu.. semoga amanah dan dapat memberikan perubahan untuk Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu

Salam Sukses Selalu 
Civitas FKM Unismuh Palu

HEBAT! MAHASISWA FKM UNISMUH PALU RAIH JUARA LOMBA RESENSI BUKU

Mahasisa FKM UMPALU: Ma'rifah & Niluh Mei Windi
FKM Unismuh, Palu. Membanggakan, Mahasiswa FKM Unismuh Palu Ma'rifah & Niluh Mei Windi raih juara dua pada lomba resensi buku di Balai Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Mahasiswa tersebut masing-masing, Niluh Mei Windi (semester I) meraih Juara III dan Ma'rifah (semester VII) mendapat Juara IV pada lomba tersebut. 

"Senang banget bisa raih juara , semoga ke depannya bisa lebih baik lagi. Dan tentu akan lebih giat membaca contoh-contoh resensi di internet," kata dua mahasiswa itu. 

Lomba Resensi Buku ini yang diperuntukkan bagi mahasiswa aktif. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuh kembangkan Gemar Membaca dan Rajin Menulis bagi mahasiswa.

Selain dari itu, Dekan FKM Unismuh Palu (Sudriman, S.KM.,M.Kes) mengharapkan dari lomba yang diselenggarakan ini dapat meningkatkan budaya literasi mahasiswa yang mulai memudar akibat perkembangan teknologi dan informasi sehingga tercipta naskah dan tulisan yang inspiratif dan inovatif.

"Semoga bisa menjadi contoh terhadap mahasiswa lain, mari kita sama-sama membina mahasiswa demi kemajuan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unismuh Palu kedepan" lanjutnya memberikan motivasi.

"Dia menambahkan, kegiatan seperti ini bagus untuk membangkitkan motivasi mahasiswa dalam upaya menggugah minat baca dan membangkitkan tradisi menulis di kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa FKM Unismuh Palu," ungkap Alumni Program Magister Unhas. (*)



PELAYANAN KESEHATAN DIGITAL (Aplikasi mHealth “Nomoni”)

Ahmad Yani, S.K.M.,M.Kes
Masih dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 yang telah dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2017. Yang mana momen ini merupakan sejarah kebangkitan teknologi di Indonesia. Hal ini tentu menunjukkan pentingnya memperoleh perhatian, minat, dan kesadaran seluruh lapisan masyarakat terhadap pengembangan iptek dan inovasi dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Merujuk pada momentum yang ada, sejatinya hal ini akan memberikan dorongan pada pelaku inovasi (individu, organisasi, lembaga) sehingga dapat memacu pelaku inovasi untuk mewujudkan ide-ide kreatif dan dapat menciptakan nilai tambah yang baik sebagai individu maupun melalui kemitraan dan kerjasama. Bila kita berbicara inovasi, perlu dipahami bahwa saat ini teknologi digital sudah sangat pesat mengubah kehidupan, dan salah satu manfaatnya adalah dapat mengakses informasi secara cepat. Tersediannya sarana teknologi informasi ini, tentu juga sangat membantu, dalam hal meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pelayanan. Pelayanan yang dimaksud adalah Pelayanan yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi, untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan ataupun masyarakat. Dasyatnya teknologi digital ini memang sangat membantu dalam hal pelayanan kesehatan, serta membantu dan mengembangkan layanan-layanan yang inovatif berbasis teknologi.
Kalau kita melihat pelayanan kesehatan saat ini, di rumah sakit, Puskesmas, Laboratorium, apotek, maupun praktek swasta. Pada umunya telah menerapkan perkembangan teknologi seperti, membantu sinkronisasi data pasien dalam berbagai layanan di rumah sakit, Data Asuransi Kesehatan (BPJS) atau menyediakan akses ke catatan medis pasien kepada para praktisi kesehatan dan sebagainya.  Dampak digitalisasi di dunia pelayanan kesehatan memang tak terhindarkan lagi. Dengan makin tingginya penetrasi Internet di seluruh dunia. Hal ini dipicu salah satunya karena makin banyaknya penggunaan smartphone. Olehnya itu, tak heran bila penggunaan smartphone yang makin masif telah mendorong terjadinya digitalisasi di berbagai bidang, termasuk pelayanan kesehatan.
Peran daripada Digitalisasi ini akan menjembatani GAP soal waktu, jarak, dan ekspektasi, antara konsumen dan penyedia jasa kesehatan, seperti dokter dan rumah sakit. Kita ketahui bahwa digitalisasi dalam pelayanan kesehatan adalah penyederhanaan akses layanan kesehatan. Secara teoritis, bahwa tujuan pelayanan publik pada dasarnya adalah memuaskan masyarakat, untuk mencapai kepuasan itu dituntut kualitas pelayanan prima maka dibutuhkan salah satunya ialah teknologi digital. Olehnya itu, teknologi digital sebagai pendorong utama inovasi kesehatan, akan menawarkan beberapa tren yang menjanjikan, dan mengoptimalkan sepenuhnya potensi kesehatan digital yang akan menjadi kunci kemajuan. Jika kita membaca beberapa artikel kesehatan tentang mobile health (mHealth) bahwa memang penggunan teknologi dalam bidang kesehatan sangat membantu dalam hal pelayanan.

Pesatnya perkembangan teknologi ini tentu membuat pelayanan kesehatan perlu pendekatan baru khususnya di Sulawesi Tengah. Lantas bagaimana inovasi baru berbasis teknologi ini jika dikembangakan dalam bidang pelayanan kesehatan? Seharusnya patut diapresiasi potensi sumber daya manusia (SDM) di Sulawesi Tengah ini sudah sangat mempuni terkait dengan bidang teknologi, apalagi pelaku inovasi teknologi dalam bidang kesehatan ini, nampak jelas pelakunya adalah tenaga kesehatan yang dimilki Pemerintah Kota Palu. Sangat bangga jika melihat seorang Dokter Gigi ini juga sekaligus salah satu Kepala Puskesmas yang ada Kota Palu (drg. Akmal Eddy Madda) membuat suatu aplikasi yang bernama “Nomoni” aplikasi tersebut masih dalam tahap proses perancangan dan pengembangan, aplikasi ini dibuat untuk memudahkan pelayanan kesehatan bukan hanya di Kota Palu, tetapi juga akan bisa digunakan diseluruh Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah nantinya. Lalu sahabat saya ini (drg. Akmal Eddy Madda) mengatakan perancangan aplikasi ini membutuhkan kerja sama, oleh karenanya beliau membetuk TIM. Lalu siapa saja TIM yang dimaksud, dr. Rochmat Jasin, Gunawan, SKM.,M.Kes, Maman Hermana, SH, MH, termasuk saya (penulis). Dari uraian diatas, berikut gambar ilustrasi aplikasi “nomoni” yang telah dibuat oleh TIM mHealth yang diketuai Oleh drg. Akmal.

Nampak pada gambar ilustrasi itu, aplikasi yang bernama “Nomoni” memang sangat relevan dengan program pemerintah Kota Palu khususnya Dinas Kesehatan Kota Palu yakni, pelayanan Puskesmas Nomoni. Pelayanan yang dimaksud ialah pelayanan hingga malam hari. Yang mana hal itu dilakukan untuk memaksimalkan serta pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Perlu diketahui aplikasi ini masih dalam tahap proses pengembangan, aplikasi ini juga belum bisa diakses dimanapun oleh karena menunggu waktu yang tepat sampai proses pembuatan/pengembangan selesai. Kemungkinan sebelum aplikasi ini dipublish terlebih dahulu TIM mHealth akan melakukan uji coba sekitar 1-2 bulan untuk memaksimalkan kinerja daripada aplikasi ini, dan juga TIM akan melakukan proses legalitas pada aplikasi tersebut. Pada menu-menu aplikasi ini nantinya akan berfungsi sebagai home visit yakni layanan kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan yang berada dilokasi terdekat dari pengguna (pasien), pelayanan ini nantinya hanya berlaku dari pukul 08.00 – 14.00 (setiap hari kerja). Tidak hanya itu, ada juga menu panggil ambulance yang berfungsi untuk menjemput pasien dan membawa ke Fasilitas kesehatan (Puskesmas dan Rumah Sakit) yang dapat diakses selama 24 jam. 
Melihat uraian diatas, mungkin anda pernah menggunakan aplikasi Go-Jek, Grab dan sebagainya. Yang berfungsi melayani masyarakat dalam segi pelayanan transportasi, maupun yang lainnya, yang perlu dipahami sifat dari aplikasi tersebut berlaku untuk umum. Sedangkan aplikasi “Nomoni” hanya berlaku pada pelayanan kesehatan saja, Kemungkinan aplikasi ini nantinya akan digunakan hanya di Kota Palu dulu untuk tahap awal. Olehnya itu TIM mHealth akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat aplikasi ini dengan baik. Dengan begitu nantinya penggunaan aplikasi ini dapat memproteksi penggunanya dalam hal, registrasi driver ambulance, tenaga kesehatan secara khusus. Agar aplikasi ini tidak salah gunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sehingga nantinya aplikasi ini betul-betul dapat bermanfaat bagi masyarakat dari sisi pelayanan kesehatan.
Bila kita merujuk dari beberapa penelitian terkait dengan pemanfaatan teknologi digital dalam bidang pelayanan kesehatan, bahwa memang hal ini membawa keuntungan dari segi memudahkan pelayanan kesehatan yang mana akan menjadi cepat, tepat dan lebih efisien. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Manganello, Jennifer, et al. (2017) dalam artikelnya yang berjudul "The relationship of health literacy with use of digital technology for health information: implications for public health practice." (Journal of public health management and practice) menyebutkan pelayanan kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi penggunaan teknologi digital, penerapan intervensi kesehatan dalam pengembangan teknlogi digital sangat efektif dalam melayani masyarakat. Hal yang serupa juga yang disampaikan oleh Moller, Arlen C., et al. (2017) dalam artikelnya yang berjudul "Applying and advancing behavior change theories and techniques in the context of a digital health revolution: proposals for more effectively realizing untapped potential." (Journal of behavioral medicine) bahwa penerapan intervensi kesehatan berbasis teknologi digital dinilai sangat menguntungkan. Pertama, dapat memperlancar akses pelayanan, mempermudah jangkauan pelayanan terhadap masyarakat. Kedua, dapat memindahkan intervensi kesehatan ke platform digital dan menghadirkan riset dengan peluang baru untuk memajukan teori dan konsep pelayanan kesehatan.
Secara teori dan konsep, juga dikatakan bahwa pelayanan publik yang prima merupakan sumber kemajuan yang sangat menentukan daya saing, ada baiknya jika sektor pelayanan harus terus-menerus ditingkatkan mutunya. Penggunaan dan pemanfaatan teknologi ini merupakan salah satu solusi tepat bagi pemecahan masalah layanan publik. Setidaknya pemanfaatan hal itu akan mengatasi masalah-masalah geografis, waktu dan sosial ekonomis. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan dan pendayagunaan teknologi juga akan membantu kinerja layanan publik secara terpadu sehingga akan terwujud manajemen yang efektif dan efisien, transparan dan akuntabel. Itu artinya, penggunaan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan akan memberikan kontribusi pada efektifitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian untuk mengaplikasikan teknologi tersebut dalam pelayanan, tentu banyak hambatan dan kendala yang dihadapi misalnya: sumberdaya manusia, finansial, kebijakan, dan faktor keamanan. 
Di sisi lain, ilmu kesehatan semakin hari semakin berkembang. Tenaga kesehatan perlu menerapkan ilmu kesehatannya sebagai upaya peningkatan status kesehatan masyarakat. Kiranya Sumber Daya kesehatan ini perlu diberdayakan dan didukung dalam hal mengembangkan pelayanan kesehatan berbasis teknologi. Hal ini tentu bertujuan untuk melibatkan peran aktif segenap subsistem yang berada dalam naungan sektor kesehatan untuk mengupayakan perubahan sebuah sistem pelayanan kesehatan yang merata, tepat sasaran dan terjangkau di masa yang akan datang. Teknologi memang bukan satu-satunya solusi untuk permasalahan di berbagai instansi pemberi jasa layanan kesehatan. Tetapi perlu diperhatikan, pentingnya keseriusan dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu membuat perubahan sistem kesehatan yang lebih baik ke depannya.
Lalu bagaimana kira-kira langkah awal yang harus dilakukan untuk mendukung terkait pelayanan kesehatan digital (Aplikasi Nomoni)? Ya tentu, yang pertama adalah tersediannya anggaran tambahan untuk dialokasikan dalam peningkatan mutu dan tenaga kesehatan di bidang teknologi. Dengan begitu, aplikasi ini dapat menunjang kebutuhan pengelolaan dan manajemen di instansi pelayanan kesehatan. Besar harapan kirannya pemerintah kesehatan provinsi dan kabupaten/kota  dapat pula mengambil andil dalam penggunaan teknologi di instansi-instansi pelayanan kesehatan untuk mendukung hal tersebut. Juga dapat mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di masa yang akan datang melalui teknologi digital ini. 

Penulis adalah Dosen/Peneliti di FKM UNISMUH PALU
Tulisan ini telah dimuat pada halaman OPINI MERCUSUAR, pada tanggal 14 Agustus 2017

KEKERASAN PADA ANAK DAN MELEK TEKNOLOGI

Ahmad Yani, S.K.M.,M.Kes
Terjadinya kasus kekerasan pada anak di berbagai dareah di Indonesia termasuk di Sulawesi Tengah. Hal ini memerlukan peran semua pihak seperti anak-anak itu sendiri, para orang tua, guru, masyarakat dan pemerintah, mengingat kasus ini layaknya fenomena Gunung Es, Kemungkinannya ada banyak kasus serupa yang tidak terungkap. Namun perlu dipahami juga, bahwa dampak fisik, psikologis dan sosial kekerasan pada anak sangat berat dan mengancam masa depan mereka.

Masih dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang telah dilaksanakan pada tanggal 23 juli 2017.  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah mencatat bahwa ada 1000 kasus kekerasan pada anak dalam kurun waktu selama tahun 2016. Dari 1000 kasus tersebut. Bila kita melihat data-data khususnya di Sulawesi Tengah. ironisnya, selalu meningkat.

Sangat memprihatinkan, bila kita melihat data-data itu. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya kekerasan pada anak, misalnya seperti ini Ada anak nakal, tidak bisa diam, tidak menurut, cengeng, penakut, Biasanya anak-anak seperti ini rentan terjadi kekerasan fisik dan psikis yang memang ada faktor bawaan seperti hiperaktif. Selain itu, juga ada faktor dari ketidaktahuan orangtua, maupun guru sebagai pendidik anak-anak. Bukan hanya itu, juga ada beberapa hal lain, seperti meniru dari orangtua, teman, siaran televisi, video game, film. Biasanya juga pernah mengalami sebagai korban bullying dari sesama anak atau temannya.

Begitu besar tantangan, yang mengancam jati diri dan karakter anak. Sehingga dibutuhkan peran semua pihak khususnya para orang tua. Berkembangnya teknologi saat ini memungkinan tugas/peran orang tua semakin berat dalam mengasuh anak di era digital seperti sekarang. Baiknya orang tua dituntut untuk Melek Teknologi. Sebab di tangan orangtua lah, masa depan anak-anak ini begantung. Perlu dipahami, bahwa salah satu dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi saat ini, media sosial, dan sebagainya ialah kasus kekerasan pada anak. Sehingga dengan begitu diperlukannya cara mencegah atau mengurangi peluang terjadinya kekerasan pada anak.

Lalu seperti apa, cara mencegah peluang itu?

Yang pertama, Menciptakan ruang yang aman untuk bermain anak dirumah maupun disekolah. Tempat-tempat tersebut ialah tempat di mana anak-anak banyak menjalani aktifitas sehari-harinya, Sangat penting, pengawasan yang teliti dari para orang tua, orang dewasa dan para guru. Lalu mengapa hal itu diperlukan? karena memang anak-anak itu, tentu belum bisa sepenuhnya diberi tanggungjawab dan melindungi dirinya dari ancaman atau risiko kekerasan pada dirinya. Dalam hasil penelitian-penelitian mengenai kekerasan pada anak, yang sebagian besar pelakunya adalah orang-orang dewasa yang dekat dengan anak-anak itu. Seperti yang dilakukan Wickstrom, Maria, et al (2017) dalam artikelnya yang berjudul "Increased risk for mental illness, injuries, and violence in children born to mothers with intellectual disability Menyebutkan bahwa kekerasan yang terjadi pada anak dilakukan oleh orang-orang dewasa terdekat mereka. Peran orang tua (ibu) pada anak-anak dalam mecegah peluang terjadi kekerasan sangat berpengaruh postif. Penelitian ini juga, menyarankan agar orang tua (ibu) harus sesering mungkin untuk memberikan  dukungan berbasis bukti untuk mencegah kekerasan pada anak, sehingga anak-anak mendapatkan perlindungan yang terbaik pada dirinya.

Dengan begitu, ada baiknya perlu menyampaikan kepada anak apabila terjadi ancaman pada mereka maka segera mungkin untuk melaporkan kepada orang tua atau guru. Tidak hanya itu, dukungan pemerintah juga punya kewajiban memberi bekal kesejahteraan yang maksimal agar para orang tua dapat menjawab tantangan-tantangan tersebut. Kejahatan pada anak yang menyebar lewat teknologi informasi dapat diredam karena sebagai pendidik utamanya dalam memberikan nilai-nilai kepada anak adalah orang tua. Tentu hal ini, perlu membangun komunikasi positif ke anak dan peran orang tuan sebagai role model bagi anak.

Hal yang kedua, Menumbuhkan kecerdasan melalui teknologi informasi pada anak-anak. sehingga mereka dapat menggunakan fasilitas digital, internet dan media sosial secara aman dan produktif. Peran orang tua dalam menumbuhkan pengetahuan mengenai kekerasan pada anak dengan kemajuan teknologi ini sangat penting. Dengan demikian, mendampingi anak dan memberikan aturan yang jelas dan diterapkan secara terus menerus dalam menggunakan teknologi dan media sosial amat sangat diperlukan.


Banyak manfaat, teknologi komunikasi dan media sosial sangat sering disalahgunakan para predator kejahatan, khususnya dalam mencari korbannya melalui cara bujukan, rayuan dan tipu daya. Olehnya itu, Sangat penting jika dilakukan pendampingan anak secara teratur oleh orang tuanya dalam dalam mengakses informasi yang benar melalui internet dan media sosial, akan pelan-pelan menumbuhkan pengetahuan bagi anak dan remaja kita. Dan Ini akan lebih membuat mereka lebih paham pada kekerasan dan bisa melindungi diri mereka sendiri.

Penulis adalah Dosen/Peneliti di FKM UNISMUH PALU
Tulisan ini telah dimuat pada halaman OPINI MERCUSUAR, pada tanggal 1 Agustus 2017

KAMPANYEKAN BAHAYA NARKOBA MELALUI MEDIA SOSIAL

Ahmad Yani, S.K.M.,M.Kes
Maraknya kasus narkoba yang terjadi diberbagai daerah termasuk di Sulawesi Tengah. Kondisi ini masih memprihatinkan. Narkoba sangat membahayakan bagi kesehatan fisik dan mental manusia. Perlu diketahui bahwa dampak negatif yang ditimbulkan narkoba adalah akan menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh.
 Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah, dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 260 juta orang, 4,5 juta di diantranya sudah terkontaminasi dengan narkotika. Sementara
Sulawesi Tengah menduduki peringkat ke 19 daerah peredaran narkoba tertinggi di Indonesia.  Sangat Ironi, data tersebut dominan korbannya adalah oleh pelajar dan anak dibawah umur. Madyaratri, S. A., & Wahyudi, A. (2017) dalam artikelnya yang berjudul Motif Perilaku Menyimpang Remaja Dengan Kasus Penyalahgunaan Narkoba mengungkapkan bahwa  bahwa faktor lainnya yang memicu mereka berprilaku menyimpang pada remaja adalah faktor ekonomi dan rendahnya pendidikan orangtua mereka. Sehingga, para remaja ini tidak mendapatkan sosialisasi dari orangtua mereka masing-masing dikarenakan pendidikan dan pengetahuan orangtuanya tidak mumpuni mengenai bahaya narkoba. Begitupun penelitian yang dilakukan oleh Matthew D. Phillips (2017) yang berjudul A Factor Analytic Model of Drug-Related Behavior in Adolescence and Its Impact on Arrests at Multiple Stages of the Life Course mengemukakan bahwa perilaku remaja dalam penggunaan narkoba signifikan dipengaruhi oleh peran orang tuanya. Kurang informasi yang diterima dari orang tua/keluarga akan berdampak pada perilaku remaja.
 Data-data dan hasil penelitian tersebut mengenai pengguna narkoba, sebagaian besar pelakunya adalah remaja. Mengingat dampak yang ditimbulkan sangat memberi efek pada kelangsungan generasi muda. Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tidak memandang umur, bahkan dampak yang timbul dari penyalahgunaan narkoba mengancam berbagai macam lapisan masyarakat tanpa membedakan strata sosial, ekonomi, usia mupun tingkat pendidikan.
 Patut diapresiasi tindakan BNNP Sulteng sudah melakukan upaya preventif pada semua pengambil kebijakan, termasuk media dalam memberikan kontribusi memberikan informasi kepada masyarakat. BNNP Sulteng Juga ikut menfasilitasi mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi khususnya Kota Palu, serta memberikan dukungan baik moral maupun materi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dengan begitu selaku akademisi tentunya kami akan ikut berperan dalam hal ini, menerapkan bidang keilmuan khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat. Sesuai konsep Kesehatan Masyarakat yang dikemukakan Leavell and Clark´s Levels of Prevention bahwa ada lima tahap tingkat pencegahan yakni Peningkatan kesehatan (health promotion), Perlindungan umum dan khusus terhadap penyakit-penyakit tertentu (general and specific protection), Penegakkan diagnosa secara dini dan pengobatan yang cepat dan tepat (early diagnosis and prompt treatment), Pembatasan kecacatan (dissability limitation), Pemulihan kesehatan (rehabilitation).
 Hal tersebut tidak terlepas dengan apa yang dilakukan oleh BNNP berupa pencegahan, pemberdayaan, pemberantasan serta rehabilitasi.  Dengan demikian upaya tersebut juga perlu melibatkan peran media sosial agar dapat membantu program pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Mengengingat dampak positif dari media sosial adalah sebagai salah satu sarana KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi), berperan dalam penyebaran berita/informasi dan memegang peranan penting dalam mendidik dan mencerdaskan bangsa khususnya bahaya narkoba, sehingga masyarakat menjadi tahu informasi tentang bahaya narkoba.
 Berbicara tentang media, perlu diketahui dalam Teori Peluru (Bullet Theory) bahwa, setiap pesan yang disampaikan menjadi sumber informasi akan menambah pengetahuan pada sasaran yang dituju. Salah satu yang memegang peran penting dalam menyampaikan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat adalah media. Media memiliki karakteristik dan sasaran yang berbeda-beda, karakteristik ini dapat memberikan peluang besar untuk menanamkan informasi kepada setiap sasaran yang dituju. Dengan dukungan teknologi komunikasi dan informasi tersebut, dapat dimanfaatkan sebagai wahana interaksi antar masyarakat. Hal serupa jga ditemukan pada Spitzberg dan Cupac dalam teorinya yang bernama Communication Competency menyampaikan bahwa Jika pengetahuan komunikator tentang pesan yang disampaikan lengkap, komunikator terampil berkomunikasi dan menjelaskan motivasi komunikasi maka hal tersebut akan efektif mengubah perilaku sasaran.
 Upaya prenventif melalui media sosial dapat dilakukan pada semua lapisan masyarakat. Perkembangan teknologi semakin canggih sehingga dapat memudahkan semua orang untuk memperoleh informasi yang mereka inginkan. Melihat data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkapkan bahwa pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang. Dari angka tersebut, 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Banyaknya situs jejaring sosial yang semakin popular dan menjamur saat ini. Seperti facebook, twitter, BBM, whatsApp, line, path, instagram dan sebagainya. Sangat disayangkan apabila kemajuan teknologi ini hanya digunakan untuk mengunggah foto, memperbarui status dan lainnya. Bagaimana jika para pengguna media sosial ini sebaiknya seringkali memberikan kampanye tentang bahaya narkoba. Sehingga dapat memberikan informasi yang positif bagi seluruh masyarakat khususnya di Sulawesi Tengah tentang bahaya narkoba. Dengan demikian apa yang diinformasikan melalui media sosial ini maka dengan sendirinya akan mengenai sasaran sehingga bertambahnya pengetahuan dapat merubah perilaku.

Lalu bagimana kira-kira bentuk kampanye bahaya narkoba melalui media sosial ?
 Hal-hal sederhana seperti menyampaikan Informasi secara benar dan akurat dari sumber terpercaya. Kemudian apa yang disampaikan harus mengenai permasalahan narkoba, seperti jenis-jenis narkoba yang banyak disalahgunakan, kemudian apa dampak buruk dan bahaya narkoba bagi kesehatan dan sosial. Memberi isu-isu yang berkaitan dengan hubungan narkoba dan kemiskinan, narkoba dengan kekerasan dan masalah kriminalitas. Kemudian  memberikan contoh orang yang sukses tanpa narkoba. Oleh karenanya Informasi yang diperoleh dalam mengakses internet dan media sosial mengenai bahaya narkoba, akan pelan-pelan menumbuhkan pengetahuan masyarakat dan Ini akan membuat mereka lebih paham betapa bahayanya narkoba.

Penulis adalah Dosen/Peneliti di FKM UNISMUH PALU
Tulisan ini telah dimuat pada halaman OPINI MERCUSUAR, pada tanggal 25 Juni 2017