FKM Unismuh Palu Lakukan Sosialisasi dan Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR)


FKM Unismuh Palu melakukan Sosialisasi dan Implementasi KTR melalui kegiatan Kemah Kerja Mahasiswa, (Sabtu, 24 November 2016). Dalam kegiatan tersebut telah hadir tiga narasumber yakni Bpk Gunawan, SKM.,M.Kes (Dinkes Kota Palu), Bpk. dr. Muh Saleh Amin , MM (Dinkes Propinsi Sulteng), dan Dekan FKM Unismuh Palu Bpk. H.Jamaluddin Sakung, S.Pd.,M.Kes. 

Kawasan Tanpa Rokok telah diatur oleh Perda Nomor 3 Tahun 2015. Epidemi masalah tembakau akibat rokok merupakan salah satu ancaman terbesar kesehatan masyarakat dunia yang saat ini dihadapi. Rokok menjadi fenomena yang menarik karena selain sebagai salah satu masalah kesehatan dengan tingkat kematian yang cukup tinggi, hampir enam juta orang per tahun, dengan komposisi lebih dari lima juta dari kematian adalah hasil dari penggunaan rokok langsung, sedangkan lebih dari 600.000 kematian sisanya adalah hasil dari non perokok yang terpapar perokok pasif (tidak langsung). Kebijakan KTR di Indonesia berkembang cukup pesat selama lima tahun terakhir yang ditandai dengan inisiatif daerah untuk menerbitkan Peraturan Daerah dan atau Peraturan Kepala Daerah. Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok hanya berarti ketika produk hukum tersebut diikuti dengan pelaksanaan dan penegakan hukum yang konsekuen.


"Muh Saleh Amin menyampaikan Pemerintah sudah melaksanakan sosialisasi KTR disemua Kabupaten/Kota di Sulawesi Tengah, dimana rokok ini berdampak pada  status sosial dan ekonomi. Tegasnya bahwa larangan merokok ditetapkan disejumlah tempat seperti fasilitas pelayanan kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, serta tempat umum lainnya, termasuk pusat perbelanjaan. Dinkes Propinsi Sulteng adalah induk dari sumua instansi kesehatan yang ada di Sulawesi tengah, kiranya melalui momentum ini kesehatan kawasan tanpa rokok, menjadi hal yang sangat konkrit bagi kita untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat sehingga kawasan tanpa rokok yang telah ditetapkan dapat dipatuhi oleh seluruh elemen masyarakat tanpa kecuali," Ujar Kepala Bidang P2PL Dinkes Propinsi Sulawesi Tengah.



"Hal senada juga disampaikan Gunawan menyebutkan bahwa pihaknya (Dinkes Kota Palu) terus melakukan sosialisasi terkait Perda KTR itu kepada warga masyarakat . Terutama  pasal 11 terkait tempat-tempat umum yang termasuk dalam KTR, sekaligus Pasal 25 ketentuan pidana. “Jadi setiap orang yang melanggar ketentuan ini diancam pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda pidana paling sedikit Rp100 ribu dan paling banyak Rp5 juta. Pemerintah juga sudah membentuk Tim Satgas dan Tim Tipiring (Tindak pidana ringan) untuk mengawasi seluruh kawasan larangan merokok. Hal ini dilakukan sebagai cara membuat efek jerah bagi para perokok yang merokok disembarang tempat,” Tegas Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Palu.



"Selaku Pimpinan/Akademisi H.Jamaluddin Sakung,S.Pd.,M.Kes mengatakan FKM Unismuh Palu adalah perguruan tinggi kesehatan pertama yang menerapkan kawasan tanpa rokok (KTR). Sejak kepemimpinannya tahun 2009 - sekarang beliau menyampaikan mendukung penuh adanya KTR ini. Sebagai pimpinan fakultas, ia sangat berbangga hati karena sebagian besar dosen maupun mahasiswa tidak merokok didalam kampus. Hal ini dapat dilihat dari tidak terlihatnya puntung rokok dilingkungan fakultas. Dengan adanya kegiatan ini, Dekan FKM Unismuh Palu ini berharap kedepan FKM UMP dapat menjadi role model terhadap perguruan tinggi kesehatan lainnya. Oleh karena itu  ia berharap satgas antirokok yang melibatkan sejumlah instansi seperti Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, Kejaksaan, Pengadilan dan Polres Palu benar-benar melakukan penindakan tegas kepada warga yang melanggar aturan.," Tandas Pria Kelahiran Leok 17 April 1972.