KAMPANYEKAN BAHAYA NARKOBA MELALUI MEDIA SOSIAL

Ahmad Yani, S.K.M.,M.Kes
Maraknya kasus narkoba yang terjadi diberbagai daerah termasuk di Sulawesi Tengah. Kondisi ini masih memprihatinkan. Narkoba sangat membahayakan bagi kesehatan fisik dan mental manusia. Perlu diketahui bahwa dampak negatif yang ditimbulkan narkoba adalah akan menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh.
 Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah, dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 260 juta orang, 4,5 juta di diantranya sudah terkontaminasi dengan narkotika. Sementara
Sulawesi Tengah menduduki peringkat ke 19 daerah peredaran narkoba tertinggi di Indonesia.  Sangat Ironi, data tersebut dominan korbannya adalah oleh pelajar dan anak dibawah umur. Madyaratri, S. A., & Wahyudi, A. (2017) dalam artikelnya yang berjudul Motif Perilaku Menyimpang Remaja Dengan Kasus Penyalahgunaan Narkoba mengungkapkan bahwa  bahwa faktor lainnya yang memicu mereka berprilaku menyimpang pada remaja adalah faktor ekonomi dan rendahnya pendidikan orangtua mereka. Sehingga, para remaja ini tidak mendapatkan sosialisasi dari orangtua mereka masing-masing dikarenakan pendidikan dan pengetahuan orangtuanya tidak mumpuni mengenai bahaya narkoba. Begitupun penelitian yang dilakukan oleh Matthew D. Phillips (2017) yang berjudul A Factor Analytic Model of Drug-Related Behavior in Adolescence and Its Impact on Arrests at Multiple Stages of the Life Course mengemukakan bahwa perilaku remaja dalam penggunaan narkoba signifikan dipengaruhi oleh peran orang tuanya. Kurang informasi yang diterima dari orang tua/keluarga akan berdampak pada perilaku remaja.
 Data-data dan hasil penelitian tersebut mengenai pengguna narkoba, sebagaian besar pelakunya adalah remaja. Mengingat dampak yang ditimbulkan sangat memberi efek pada kelangsungan generasi muda. Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tidak memandang umur, bahkan dampak yang timbul dari penyalahgunaan narkoba mengancam berbagai macam lapisan masyarakat tanpa membedakan strata sosial, ekonomi, usia mupun tingkat pendidikan.
 Patut diapresiasi tindakan BNNP Sulteng sudah melakukan upaya preventif pada semua pengambil kebijakan, termasuk media dalam memberikan kontribusi memberikan informasi kepada masyarakat. BNNP Sulteng Juga ikut menfasilitasi mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi khususnya Kota Palu, serta memberikan dukungan baik moral maupun materi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dengan begitu selaku akademisi tentunya kami akan ikut berperan dalam hal ini, menerapkan bidang keilmuan khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat. Sesuai konsep Kesehatan Masyarakat yang dikemukakan Leavell and Clark´s Levels of Prevention bahwa ada lima tahap tingkat pencegahan yakni Peningkatan kesehatan (health promotion), Perlindungan umum dan khusus terhadap penyakit-penyakit tertentu (general and specific protection), Penegakkan diagnosa secara dini dan pengobatan yang cepat dan tepat (early diagnosis and prompt treatment), Pembatasan kecacatan (dissability limitation), Pemulihan kesehatan (rehabilitation).
 Hal tersebut tidak terlepas dengan apa yang dilakukan oleh BNNP berupa pencegahan, pemberdayaan, pemberantasan serta rehabilitasi.  Dengan demikian upaya tersebut juga perlu melibatkan peran media sosial agar dapat membantu program pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Mengengingat dampak positif dari media sosial adalah sebagai salah satu sarana KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi), berperan dalam penyebaran berita/informasi dan memegang peranan penting dalam mendidik dan mencerdaskan bangsa khususnya bahaya narkoba, sehingga masyarakat menjadi tahu informasi tentang bahaya narkoba.
 Berbicara tentang media, perlu diketahui dalam Teori Peluru (Bullet Theory) bahwa, setiap pesan yang disampaikan menjadi sumber informasi akan menambah pengetahuan pada sasaran yang dituju. Salah satu yang memegang peran penting dalam menyampaikan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat adalah media. Media memiliki karakteristik dan sasaran yang berbeda-beda, karakteristik ini dapat memberikan peluang besar untuk menanamkan informasi kepada setiap sasaran yang dituju. Dengan dukungan teknologi komunikasi dan informasi tersebut, dapat dimanfaatkan sebagai wahana interaksi antar masyarakat. Hal serupa jga ditemukan pada Spitzberg dan Cupac dalam teorinya yang bernama Communication Competency menyampaikan bahwa Jika pengetahuan komunikator tentang pesan yang disampaikan lengkap, komunikator terampil berkomunikasi dan menjelaskan motivasi komunikasi maka hal tersebut akan efektif mengubah perilaku sasaran.
 Upaya prenventif melalui media sosial dapat dilakukan pada semua lapisan masyarakat. Perkembangan teknologi semakin canggih sehingga dapat memudahkan semua orang untuk memperoleh informasi yang mereka inginkan. Melihat data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkapkan bahwa pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang. Dari angka tersebut, 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Banyaknya situs jejaring sosial yang semakin popular dan menjamur saat ini. Seperti facebook, twitter, BBM, whatsApp, line, path, instagram dan sebagainya. Sangat disayangkan apabila kemajuan teknologi ini hanya digunakan untuk mengunggah foto, memperbarui status dan lainnya. Bagaimana jika para pengguna media sosial ini sebaiknya seringkali memberikan kampanye tentang bahaya narkoba. Sehingga dapat memberikan informasi yang positif bagi seluruh masyarakat khususnya di Sulawesi Tengah tentang bahaya narkoba. Dengan demikian apa yang diinformasikan melalui media sosial ini maka dengan sendirinya akan mengenai sasaran sehingga bertambahnya pengetahuan dapat merubah perilaku.

Lalu bagimana kira-kira bentuk kampanye bahaya narkoba melalui media sosial ?
 Hal-hal sederhana seperti menyampaikan Informasi secara benar dan akurat dari sumber terpercaya. Kemudian apa yang disampaikan harus mengenai permasalahan narkoba, seperti jenis-jenis narkoba yang banyak disalahgunakan, kemudian apa dampak buruk dan bahaya narkoba bagi kesehatan dan sosial. Memberi isu-isu yang berkaitan dengan hubungan narkoba dan kemiskinan, narkoba dengan kekerasan dan masalah kriminalitas. Kemudian  memberikan contoh orang yang sukses tanpa narkoba. Oleh karenanya Informasi yang diperoleh dalam mengakses internet dan media sosial mengenai bahaya narkoba, akan pelan-pelan menumbuhkan pengetahuan masyarakat dan Ini akan membuat mereka lebih paham betapa bahayanya narkoba.

Penulis adalah Dosen/Peneliti di FKM UNISMUH PALU
Tulisan ini telah dimuat pada halaman OPINI MERCUSUAR, pada tanggal 25 Juni 2017