KEKERASAN PADA ANAK DAN MELEK TEKNOLOGI

Ahmad Yani, S.K.M.,M.Kes
Terjadinya kasus kekerasan pada anak di berbagai dareah di Indonesia termasuk di Sulawesi Tengah. Hal ini memerlukan peran semua pihak seperti anak-anak itu sendiri, para orang tua, guru, masyarakat dan pemerintah, mengingat kasus ini layaknya fenomena Gunung Es, Kemungkinannya ada banyak kasus serupa yang tidak terungkap. Namun perlu dipahami juga, bahwa dampak fisik, psikologis dan sosial kekerasan pada anak sangat berat dan mengancam masa depan mereka.

Masih dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang telah dilaksanakan pada tanggal 23 juli 2017.  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah mencatat bahwa ada 1000 kasus kekerasan pada anak dalam kurun waktu selama tahun 2016. Dari 1000 kasus tersebut. Bila kita melihat data-data khususnya di Sulawesi Tengah. ironisnya, selalu meningkat.

Sangat memprihatinkan, bila kita melihat data-data itu. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya kekerasan pada anak, misalnya seperti ini Ada anak nakal, tidak bisa diam, tidak menurut, cengeng, penakut, Biasanya anak-anak seperti ini rentan terjadi kekerasan fisik dan psikis yang memang ada faktor bawaan seperti hiperaktif. Selain itu, juga ada faktor dari ketidaktahuan orangtua, maupun guru sebagai pendidik anak-anak. Bukan hanya itu, juga ada beberapa hal lain, seperti meniru dari orangtua, teman, siaran televisi, video game, film. Biasanya juga pernah mengalami sebagai korban bullying dari sesama anak atau temannya.

Begitu besar tantangan, yang mengancam jati diri dan karakter anak. Sehingga dibutuhkan peran semua pihak khususnya para orang tua. Berkembangnya teknologi saat ini memungkinan tugas/peran orang tua semakin berat dalam mengasuh anak di era digital seperti sekarang. Baiknya orang tua dituntut untuk Melek Teknologi. Sebab di tangan orangtua lah, masa depan anak-anak ini begantung. Perlu dipahami, bahwa salah satu dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi saat ini, media sosial, dan sebagainya ialah kasus kekerasan pada anak. Sehingga dengan begitu diperlukannya cara mencegah atau mengurangi peluang terjadinya kekerasan pada anak.

Lalu seperti apa, cara mencegah peluang itu?

Yang pertama, Menciptakan ruang yang aman untuk bermain anak dirumah maupun disekolah. Tempat-tempat tersebut ialah tempat di mana anak-anak banyak menjalani aktifitas sehari-harinya, Sangat penting, pengawasan yang teliti dari para orang tua, orang dewasa dan para guru. Lalu mengapa hal itu diperlukan? karena memang anak-anak itu, tentu belum bisa sepenuhnya diberi tanggungjawab dan melindungi dirinya dari ancaman atau risiko kekerasan pada dirinya. Dalam hasil penelitian-penelitian mengenai kekerasan pada anak, yang sebagian besar pelakunya adalah orang-orang dewasa yang dekat dengan anak-anak itu. Seperti yang dilakukan Wickstrom, Maria, et al (2017) dalam artikelnya yang berjudul "Increased risk for mental illness, injuries, and violence in children born to mothers with intellectual disability Menyebutkan bahwa kekerasan yang terjadi pada anak dilakukan oleh orang-orang dewasa terdekat mereka. Peran orang tua (ibu) pada anak-anak dalam mecegah peluang terjadi kekerasan sangat berpengaruh postif. Penelitian ini juga, menyarankan agar orang tua (ibu) harus sesering mungkin untuk memberikan  dukungan berbasis bukti untuk mencegah kekerasan pada anak, sehingga anak-anak mendapatkan perlindungan yang terbaik pada dirinya.

Dengan begitu, ada baiknya perlu menyampaikan kepada anak apabila terjadi ancaman pada mereka maka segera mungkin untuk melaporkan kepada orang tua atau guru. Tidak hanya itu, dukungan pemerintah juga punya kewajiban memberi bekal kesejahteraan yang maksimal agar para orang tua dapat menjawab tantangan-tantangan tersebut. Kejahatan pada anak yang menyebar lewat teknologi informasi dapat diredam karena sebagai pendidik utamanya dalam memberikan nilai-nilai kepada anak adalah orang tua. Tentu hal ini, perlu membangun komunikasi positif ke anak dan peran orang tuan sebagai role model bagi anak.

Hal yang kedua, Menumbuhkan kecerdasan melalui teknologi informasi pada anak-anak. sehingga mereka dapat menggunakan fasilitas digital, internet dan media sosial secara aman dan produktif. Peran orang tua dalam menumbuhkan pengetahuan mengenai kekerasan pada anak dengan kemajuan teknologi ini sangat penting. Dengan demikian, mendampingi anak dan memberikan aturan yang jelas dan diterapkan secara terus menerus dalam menggunakan teknologi dan media sosial amat sangat diperlukan.


Banyak manfaat, teknologi komunikasi dan media sosial sangat sering disalahgunakan para predator kejahatan, khususnya dalam mencari korbannya melalui cara bujukan, rayuan dan tipu daya. Olehnya itu, Sangat penting jika dilakukan pendampingan anak secara teratur oleh orang tuanya dalam dalam mengakses informasi yang benar melalui internet dan media sosial, akan pelan-pelan menumbuhkan pengetahuan bagi anak dan remaja kita. Dan Ini akan lebih membuat mereka lebih paham pada kekerasan dan bisa melindungi diri mereka sendiri.

Penulis adalah Dosen/Peneliti di FKM UNISMUH PALU
Tulisan ini telah dimuat pada halaman OPINI MERCUSUAR, pada tanggal 1 Agustus 2017