PELAYANAN KESEHATAN DIGITAL (Aplikasi mHealth “Nomoni”)

Ahmad Yani, S.K.M.,M.Kes
Masih dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 yang telah dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2017. Yang mana momen ini merupakan sejarah kebangkitan teknologi di Indonesia. Hal ini tentu menunjukkan pentingnya memperoleh perhatian, minat, dan kesadaran seluruh lapisan masyarakat terhadap pengembangan iptek dan inovasi dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Merujuk pada momentum yang ada, sejatinya hal ini akan memberikan dorongan pada pelaku inovasi (individu, organisasi, lembaga) sehingga dapat memacu pelaku inovasi untuk mewujudkan ide-ide kreatif dan dapat menciptakan nilai tambah yang baik sebagai individu maupun melalui kemitraan dan kerjasama. Bila kita berbicara inovasi, perlu dipahami bahwa saat ini teknologi digital sudah sangat pesat mengubah kehidupan, dan salah satu manfaatnya adalah dapat mengakses informasi secara cepat. Tersediannya sarana teknologi informasi ini, tentu juga sangat membantu, dalam hal meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pelayanan. Pelayanan yang dimaksud adalah Pelayanan yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi, untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan ataupun masyarakat. Dasyatnya teknologi digital ini memang sangat membantu dalam hal pelayanan kesehatan, serta membantu dan mengembangkan layanan-layanan yang inovatif berbasis teknologi.
Kalau kita melihat pelayanan kesehatan saat ini, di rumah sakit, Puskesmas, Laboratorium, apotek, maupun praktek swasta. Pada umunya telah menerapkan perkembangan teknologi seperti, membantu sinkronisasi data pasien dalam berbagai layanan di rumah sakit, Data Asuransi Kesehatan (BPJS) atau menyediakan akses ke catatan medis pasien kepada para praktisi kesehatan dan sebagainya.  Dampak digitalisasi di dunia pelayanan kesehatan memang tak terhindarkan lagi. Dengan makin tingginya penetrasi Internet di seluruh dunia. Hal ini dipicu salah satunya karena makin banyaknya penggunaan smartphone. Olehnya itu, tak heran bila penggunaan smartphone yang makin masif telah mendorong terjadinya digitalisasi di berbagai bidang, termasuk pelayanan kesehatan.
Peran daripada Digitalisasi ini akan menjembatani GAP soal waktu, jarak, dan ekspektasi, antara konsumen dan penyedia jasa kesehatan, seperti dokter dan rumah sakit. Kita ketahui bahwa digitalisasi dalam pelayanan kesehatan adalah penyederhanaan akses layanan kesehatan. Secara teoritis, bahwa tujuan pelayanan publik pada dasarnya adalah memuaskan masyarakat, untuk mencapai kepuasan itu dituntut kualitas pelayanan prima maka dibutuhkan salah satunya ialah teknologi digital. Olehnya itu, teknologi digital sebagai pendorong utama inovasi kesehatan, akan menawarkan beberapa tren yang menjanjikan, dan mengoptimalkan sepenuhnya potensi kesehatan digital yang akan menjadi kunci kemajuan. Jika kita membaca beberapa artikel kesehatan tentang mobile health (mHealth) bahwa memang penggunan teknologi dalam bidang kesehatan sangat membantu dalam hal pelayanan.

Pesatnya perkembangan teknologi ini tentu membuat pelayanan kesehatan perlu pendekatan baru khususnya di Sulawesi Tengah. Lantas bagaimana inovasi baru berbasis teknologi ini jika dikembangakan dalam bidang pelayanan kesehatan? Seharusnya patut diapresiasi potensi sumber daya manusia (SDM) di Sulawesi Tengah ini sudah sangat mempuni terkait dengan bidang teknologi, apalagi pelaku inovasi teknologi dalam bidang kesehatan ini, nampak jelas pelakunya adalah tenaga kesehatan yang dimilki Pemerintah Kota Palu. Sangat bangga jika melihat seorang Dokter Gigi ini juga sekaligus salah satu Kepala Puskesmas yang ada Kota Palu (drg. Akmal Eddy Madda) membuat suatu aplikasi yang bernama “Nomoni” aplikasi tersebut masih dalam tahap proses perancangan dan pengembangan, aplikasi ini dibuat untuk memudahkan pelayanan kesehatan bukan hanya di Kota Palu, tetapi juga akan bisa digunakan diseluruh Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah nantinya. Lalu sahabat saya ini (drg. Akmal Eddy Madda) mengatakan perancangan aplikasi ini membutuhkan kerja sama, oleh karenanya beliau membetuk TIM. Lalu siapa saja TIM yang dimaksud, dr. Rochmat Jasin, Gunawan, SKM.,M.Kes, Maman Hermana, SH, MH, termasuk saya (penulis). Dari uraian diatas, berikut gambar ilustrasi aplikasi “nomoni” yang telah dibuat oleh TIM mHealth yang diketuai Oleh drg. Akmal.

Nampak pada gambar ilustrasi itu, aplikasi yang bernama “Nomoni” memang sangat relevan dengan program pemerintah Kota Palu khususnya Dinas Kesehatan Kota Palu yakni, pelayanan Puskesmas Nomoni. Pelayanan yang dimaksud ialah pelayanan hingga malam hari. Yang mana hal itu dilakukan untuk memaksimalkan serta pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Perlu diketahui aplikasi ini masih dalam tahap proses pengembangan, aplikasi ini juga belum bisa diakses dimanapun oleh karena menunggu waktu yang tepat sampai proses pembuatan/pengembangan selesai. Kemungkinan sebelum aplikasi ini dipublish terlebih dahulu TIM mHealth akan melakukan uji coba sekitar 1-2 bulan untuk memaksimalkan kinerja daripada aplikasi ini, dan juga TIM akan melakukan proses legalitas pada aplikasi tersebut. Pada menu-menu aplikasi ini nantinya akan berfungsi sebagai home visit yakni layanan kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan yang berada dilokasi terdekat dari pengguna (pasien), pelayanan ini nantinya hanya berlaku dari pukul 08.00 – 14.00 (setiap hari kerja). Tidak hanya itu, ada juga menu panggil ambulance yang berfungsi untuk menjemput pasien dan membawa ke Fasilitas kesehatan (Puskesmas dan Rumah Sakit) yang dapat diakses selama 24 jam. 
Melihat uraian diatas, mungkin anda pernah menggunakan aplikasi Go-Jek, Grab dan sebagainya. Yang berfungsi melayani masyarakat dalam segi pelayanan transportasi, maupun yang lainnya, yang perlu dipahami sifat dari aplikasi tersebut berlaku untuk umum. Sedangkan aplikasi “Nomoni” hanya berlaku pada pelayanan kesehatan saja, Kemungkinan aplikasi ini nantinya akan digunakan hanya di Kota Palu dulu untuk tahap awal. Olehnya itu TIM mHealth akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat aplikasi ini dengan baik. Dengan begitu nantinya penggunaan aplikasi ini dapat memproteksi penggunanya dalam hal, registrasi driver ambulance, tenaga kesehatan secara khusus. Agar aplikasi ini tidak salah gunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sehingga nantinya aplikasi ini betul-betul dapat bermanfaat bagi masyarakat dari sisi pelayanan kesehatan.
Bila kita merujuk dari beberapa penelitian terkait dengan pemanfaatan teknologi digital dalam bidang pelayanan kesehatan, bahwa memang hal ini membawa keuntungan dari segi memudahkan pelayanan kesehatan yang mana akan menjadi cepat, tepat dan lebih efisien. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Manganello, Jennifer, et al. (2017) dalam artikelnya yang berjudul "The relationship of health literacy with use of digital technology for health information: implications for public health practice." (Journal of public health management and practice) menyebutkan pelayanan kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi penggunaan teknologi digital, penerapan intervensi kesehatan dalam pengembangan teknlogi digital sangat efektif dalam melayani masyarakat. Hal yang serupa juga yang disampaikan oleh Moller, Arlen C., et al. (2017) dalam artikelnya yang berjudul "Applying and advancing behavior change theories and techniques in the context of a digital health revolution: proposals for more effectively realizing untapped potential." (Journal of behavioral medicine) bahwa penerapan intervensi kesehatan berbasis teknologi digital dinilai sangat menguntungkan. Pertama, dapat memperlancar akses pelayanan, mempermudah jangkauan pelayanan terhadap masyarakat. Kedua, dapat memindahkan intervensi kesehatan ke platform digital dan menghadirkan riset dengan peluang baru untuk memajukan teori dan konsep pelayanan kesehatan.
Secara teori dan konsep, juga dikatakan bahwa pelayanan publik yang prima merupakan sumber kemajuan yang sangat menentukan daya saing, ada baiknya jika sektor pelayanan harus terus-menerus ditingkatkan mutunya. Penggunaan dan pemanfaatan teknologi ini merupakan salah satu solusi tepat bagi pemecahan masalah layanan publik. Setidaknya pemanfaatan hal itu akan mengatasi masalah-masalah geografis, waktu dan sosial ekonomis. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan dan pendayagunaan teknologi juga akan membantu kinerja layanan publik secara terpadu sehingga akan terwujud manajemen yang efektif dan efisien, transparan dan akuntabel. Itu artinya, penggunaan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan akan memberikan kontribusi pada efektifitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian untuk mengaplikasikan teknologi tersebut dalam pelayanan, tentu banyak hambatan dan kendala yang dihadapi misalnya: sumberdaya manusia, finansial, kebijakan, dan faktor keamanan. 
Di sisi lain, ilmu kesehatan semakin hari semakin berkembang. Tenaga kesehatan perlu menerapkan ilmu kesehatannya sebagai upaya peningkatan status kesehatan masyarakat. Kiranya Sumber Daya kesehatan ini perlu diberdayakan dan didukung dalam hal mengembangkan pelayanan kesehatan berbasis teknologi. Hal ini tentu bertujuan untuk melibatkan peran aktif segenap subsistem yang berada dalam naungan sektor kesehatan untuk mengupayakan perubahan sebuah sistem pelayanan kesehatan yang merata, tepat sasaran dan terjangkau di masa yang akan datang. Teknologi memang bukan satu-satunya solusi untuk permasalahan di berbagai instansi pemberi jasa layanan kesehatan. Tetapi perlu diperhatikan, pentingnya keseriusan dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu membuat perubahan sistem kesehatan yang lebih baik ke depannya.
Lalu bagaimana kira-kira langkah awal yang harus dilakukan untuk mendukung terkait pelayanan kesehatan digital (Aplikasi Nomoni)? Ya tentu, yang pertama adalah tersediannya anggaran tambahan untuk dialokasikan dalam peningkatan mutu dan tenaga kesehatan di bidang teknologi. Dengan begitu, aplikasi ini dapat menunjang kebutuhan pengelolaan dan manajemen di instansi pelayanan kesehatan. Besar harapan kirannya pemerintah kesehatan provinsi dan kabupaten/kota  dapat pula mengambil andil dalam penggunaan teknologi di instansi-instansi pelayanan kesehatan untuk mendukung hal tersebut. Juga dapat mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di masa yang akan datang melalui teknologi digital ini. 

Penulis adalah Dosen/Peneliti di FKM UNISMUH PALU
Tulisan ini telah dimuat pada halaman OPINI MERCUSUAR, pada tanggal 14 Agustus 2017