Sudirman, Alumni STIK Tamalate Asal Bone Pimpin Fakultas Kesehatan Masyarakat Unismuh Palu

Sudirman, Alumni  STIK Tamalate Asal Bone Pimpin Fakultas Kesehatan Masyarakat Unismuh Palu

Dikutip dari makassar.tribuntimur.com Sudirman SKm MKes saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu setelah dilantik pada 18 Juni 2017 lalu.
Alumni STIK Tamalate tersebut mengungkapkan bahwa pekerjaan pertama yang dilakukan setelah dilantik ialah Penyususnan Rencana Anggara Pendapatan (RAP) dan Rencana Angagaran Belanja (RAB) Fakultas tahun akademik 2017-2018.
Rencana selanjutnya adalah melakukan rapat bersama dengan seluruh dosen yayasan untuk melakukan pemetaan riset sesuai dengan bidang ilmu dosen agar arah penelitian akan terpetakan sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing dosen.
"Hal tersebut sesuai dengan visi saya yaitu menjadikan FKM Unismuh Palu yang nyaman untuk studi, berkarya dan pengembangan Riset yang berwawasan Islami," ungkap Alumni Program Magister Unhas tersebut kepada tribuntimur.com, Jumat (21/7/2017)
"Selama ini dosen tetap yayasan kurang melakukan penelitian, yang banyak digeluti hanya mengajar tapi kurang melakukan penelitian," lanjutnya memberikan gambaran.
Sehingga untuk memotivasi dosen melakukan penelitian, setiap dosen yang meneliti dan menerbitkan di jurnal minimal jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional maka akan diberikan insentif.
Langkah selanjutnya yaitu mendorong dosen untuk segera mengurus pangkat akademik yang sudah memenuhi syarat untuk naik ke lektor dan lektor kepala, dan terutama bagi dosen yang masih baru untuk segera mengurus pangkat akademik menjadi asisten ahli.
"Karena setelah memiliki pangkat akdemik maka pelung bagi dosen cukup banyak bisa cepat tersertifikasi, skim penelitian dan pengabdian yang di sediakan oleh Kemenristek Dikti bisa kita masuk dan bersaing di dalamnnya," kata Dosen kelahiran Kabupaten Bone tersebut.
Sudirman menegaskan jika hal tersebut bisa berjalan dengan baik maka pelayanan kepada mahasiswa juga pasti akan lebih baik utamanya dalam proses belajar mengajar. Dosen yang banyak penelitian dan banyak pengabdiannya akan banyak memberikan informasi terbaru kepada mahasiswa.
Disamping itu pihaknya juga akan melakukan pembenahan utumanya fasilitas proses belajar mengajar dan laboratorium akan dikembangkan untuk menunjang proses belajar mengajar, terutama perpustakaan. (*)